Staf Ahli Kemenko Polkam RI Sebut Program MBG di Kabupaten Bandung Bisa Jadi Contoh Kabupaten Lain

Iklan Semua Halaman

.

Staf Ahli Kemenko Polkam RI Sebut Program MBG di Kabupaten Bandung Bisa Jadi Contoh Kabupaten Lain

Staff Redaksi Media DPR
Kamis, 02 Oktober 2025


KABUPATEN BANDUNG | MEDIA-DPR.COM,  Pemerintah Kabupaten Bandung  melaksanakan Sosialiasasi Program MBG (Makan Bergizi Gratis) Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2025 di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung Soreang, Rabu (1/10/2025). Sosialisasi program MBG ini turut dihadiri pula Tim Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia. 


Pada kesempatan itu juga turut dilaksanakan Rapat Koordinasi dengan Tim Staf Ahli Kemenko Polkam RI. 


Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri Staff Ahli Bidang Ketahanan Pangan Nasional Kemenko Polkam RI  Marsekal Muda TNI Oka Prawira, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, jajaran OPD, para camat, kepala desa, SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan para pihak terkait lainnya. 


Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan hari ini bersamaan dengan dilaksanakannya sosialisasi program MBG yang menghadirkan SPPI dan SPPG, mitra dan seluruh stakeholder baik langsung maupun melalui zoom meeting. 



" Beberapa informasi dan keharusan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah beserta Forkopimda. Alhamdulillah, sebagian besar kita sudah mengikuti dan melaksanakan serta mendukung programnya Pak Presiden Prabowo Subianto. 


Pertama, program MBG, kedua program Sekolah Rakyat, dan ketiga program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan semua sudah disampaikan dalam diskusi tadi," tutur Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna. 


Kang DS turut mengucapkan terima kasih kepada Staff Ahli Bidang Ketahanan Pangan Nasional Kemenko Polkam RI yang sudah hadir di Kabupaten Bandung. 


Bupati Bandung mengaku optimis bahwa pada bulan Desember 2025 mendatang program MBG bisa dilaksanakan di 361 titik dapur MBG. 


"Karena sasaran kita 1,263 juta jiwa penerima manfaat yang memang secara faktual di lapangan anak-anak kita sangat mengharapkan dan ingin segera. Maka kami dengan Forkopimda dan BGN (Badan Gizi Nasional) selalu berkoordinasi bagaimana untuk bisa percepatan ini bisa terwujud dan bisa terlaksana di Kabupaten Bandung. Insya Allah saya optimis," tuturnya.


" SPPG wajib mengirimkan orangnya atau mengirimkan relawannya untuk dilatih sebanyak 20 orang per SPPG

Sekitar 6.000 orang yang akan dilatih untuk bagaimana mengatasi dan melakukan langkah-langkah sehingga bisa menghasilkan masakan yang higienis," Jelasnya. 


Sementara itu, Staff Ahli Bidang Ketahanan Pangan Nasional Kemenko Polkam RI, Marsekal Muda TNI Oka Prawira mengatakan bahwa ia hadir di Kabupaten Bandung merupakan kunjungan kerja dalam implementasi program kerja Staf Ahli Kemenko Polkam RI. 


"Di mana beberapa topik yang kami tinjau adalah implementasi program prioritas nasional yaitu MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," katanya.


Kemudian beberapa masalah kemarin terkait dengan kenakalan remaja, kata dia, dalam hal ini pencegahan budaya kekerasan. 


"Jadi sebagai fungsi Kemenko Polkam RI yaitu menjaga stabilitas keamanan nasional, tentunya tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang ada yang harus kita kawal dan kita beri asistensi terkait dengan optimalisasi Forkopimda. Dalam hal ini di Kabupaten Bandung," ujar Marsekal Muda TNI Oka Prawira.


Ia menyebutkan, Kabupaten Bandung salah satu kabupaten yang memang dapat menyelesaikan suatu permasalahan kendala, baik dalam MBG maupun Sekolah Rakyat dan program prioritas lainnya. 


"Saya ucapkan terima kasih kepada Kabupaten Bandung yang telah melaksanakan program prioritas nasional dengan sebaik-baiknya," ujarnya. 


"Baik itu potensi maupun yang faktual. Di setiap permasalahan MBG, Sekolah Rakyat, maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program prioritas lainnya," ujarnya. 


Marsekal Muda TNI Oka Prawira mengatakan program MBG yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung bisa dijadikan contoh oleh kabupaten atau wilayah lainnya.  


"Apalagi dengan adanya Satgas yang dibentuk oleh Pak Bupati ini bentuk sosialisasi bagaimana mekanisme MBG dan bagaimana penguatan teknis MBG yang harus memang disosialisaikan kepada seluruh masyarakat," tuturnya. 

(Ayi Supriatna)

close