Simpati Masyarakat Terhadap Mangatur Naibaho yang Kehilangan Putri. Keluarga Minta Kebenaran Kematian Maria Agustina

Iklan Semua Halaman

.

Simpati Masyarakat Terhadap Mangatur Naibaho yang Kehilangan Putri. Keluarga Minta Kebenaran Kematian Maria Agustina

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 14 Maret 2026

SUMUT | MEDIA-DPR.COM. Duka mendalam menghinggapi Mangatur Naibaho, Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi Periode 2024-2029 dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Bendahara DPC PDI-Perjuangan Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatra Utara (Sumut)


Pria yang dikenal dekat dengan rakyat ini baru saja kehilangan putrinya, Maria Agustina Naibaho (22), mahasiswi semester 8 Universitas Negeri Medan (UNIMED), yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya pada Kamis (12/03/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

 

Maria ditemukan oleh pacarnya, Sanggam Elroi Marbun, setelah pintu kamar yang terkunci didobrak karena tidak ada sahutan dari dalam. 


Saat ditemukan, jenazah Maria sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan dan diperkirakan telah meninggal selama empat hari. Sebelumnya, pada Selasa (10/03/2026), Maria terakhir kali berkomunikasi dengan orangtuanya dan menyatakan dirinya sedang sakit.

 

Meskipun awalnya pihak kepolisian menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan, keluarga Maria mengungkapkan beberapa kejanggalan yang ditemukan, seperti memar di bawah ketiak dan lutut, adanya darah di area kemaluan, bercak darah di kamar mandi, serta handphone yang terbelah dua. 


Oleh karena itu, keluarga telah membuat laporan ke polisi untuk mendapatkan klarifikasi penyebab pasti kematiannya.

 

Mangatur Naibaho, yang terlihat murung saat ditemui di RS Bhayangkara TK II Medan setelah jenazah putrinya selesai diautopsi, menyampaikan bahwa Maria akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Sirube-rube Gunung Purba, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatra Utara (Sumut). 


"Kita hanya berharap kasus ini dapat terungkap dengan jelas agar kita bisa menerima kenyataan dengan tenang," ujarnya.

 

Kehilangan Maria juga menjadi perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat Tebing Tinggi dan Medan yang memberikan dukungan serta simpati kepada keluarga Mangatur Naibaho.


Banyak yang menyebutkan bahwa Mangatur selalu aktif dalam berbagai program kemasyarakatan, seperti membantu anak-anak kurang mampu mendapatkan pendidikan dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa. 


Sosoknya yang rendah hati membuatnya mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga duka yang dirasakan saat ini juga menjadi beban bersama.

 

Dalam momen sulit ini, keluarga Mangatur mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas dan memberikan kesempatan kepada pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. 


Semoga kebenaran dapat segera terungkap dan keluarga dapat menemukan kedamaian setelah kehilangan anak yang dicintai. (Smt)

close