Respon Cepat DPUTR Kabupaten Bandung Luar Biasa Baru Laporan, Jembatan Cisangkuy Segera Ditindaklanjuti

Iklan Semua Halaman

.

Respon Cepat DPUTR Kabupaten Bandung Luar Biasa Baru Laporan, Jembatan Cisangkuy Segera Ditindaklanjuti

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 02 Juni 2026




BANDUNG, MEDIA - DPR.COM Peltu Sugiono, anggota Dodik , mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPUTR ( Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kabupaten Bandung yang telah datang kelokasi jembatan Cisangkuy guna merespon sangat cepat dan luar biasa terhadap laporan kondisi Jembatan Cisangkuy atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Dodik.

 

Laporan mengenai kondisi jembatan yang membahayakan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Peltu Sugiono melalui pemberitaan Media DPR COM 2 hari yang lalu di saat hari libur yaitu pada 

Sabtu (30/05/2026).



Dalam berita berjudul, "Kondisi Jembatan Cisangkuy Membahayakan, Struktur TPT dan Bahu Jembatan Terpisah: Peltu Sugiono Harapkan Perhatian dan Perbaikan Segera".

 

"Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak DPUTR Kabupaten Bandung."


Tidak menyangka bahwa laporan yang kami sampaikan bisa mendapatkan respon yang luar biasa cepat seperti ini, ujar Peltu Sugiono saat ditemui di lokasi jembatan Cisangkuy, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Selasa (02/06/2026).

 

Dalam laporan sebelumnya, Peltu Sugiono telah mengungkapkan kekhawatiran terkait kondisi Jembatan Cisangkuy yang Tembok Penahan Tanah (TPT) di bawahnya telah bergeser.

 

 

Menurut Peltu Sugiono, respon cepat yang diberikan oleh DPUTR Kabupaten Bandung menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat bisa segera terealisasikan dengan kerja sama yang baik.


 "Semoga langkah ini menjadi awal dari penanganan yang komprehensif terhadap jembatan ini, sehingga bisa kembali berfungsi dengan aman dan mendukung aktivitas sehari-hari," pungkasnya dengan harapan yang tinggi.

 

Di hari dan lokasi yang sama Firhan, salah satu dari tim ahli DPUTR Kabupaten Bandung menjelaskan bahwa proses survei telah kami lakukan secara menyeluruh, termasuk dengan menggunakan alat uji untuk mengukur tingkat kerusakan yang terjadi.


 "Kami sudah melakukan survei lokasi dan melakukan pemeriksaan dengan alat tes yang sesuai. Untuk selanjutnya, langkah pertama yang akan kami lakukan adalah membuat perencanaan detail untuk evaluasi kerusakan yang ada," ujarnya.

 

Menurut Firhan, jadwal konstruksi perbaikan nantinya kita akan koordinasikan kembali dengan Bapak Peltu Sugiono agar tidak terjadi penundaan yang tidak perlu. 


"Kami ingin memastikan bahwa pekerjaan bisa segera dimulai karena kami paham betapa pentingnya akses jembatan ini."


Dari hasil pemeriksaan awal, kemungkinan besar jembatan akan dibongkar total sampai ke bagian Abutment (atau kepala jembatan) bangunan bawah jembatan yang terletak di kedua ujung bentang.


Yang fungsinya adalah untuk menopang seluruh beban (mati dan hidup) dari struktur atas (gelagar, lantai, kendaraan) dan menyalurkannya ke tanah/pondasi.


Selain itu, abutment juga berfungsi menahan tekanan tanah urugan di belakangnya. abutmen (dasar penyangga jembatan)," jelasnya.


(Ayi Supriatna)

close