BEKASI | MEDIA-DPR-COM. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, secara langsung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat luas dan seluruh pengguna jasa transportasi kereta api atas insiden kecelakaan yang terjadi.
Pernyataan resmi ini disampaikan di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/04/2026), pukul 09.30 WIB. Turut disampaikan duka cita yang mendalam bagi seluruh korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut. sumber MEDIA-DPR.COM. Setkab RI
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar," tegas Bobby Rasyidin.
Tiga Langkah Strategis yang Dilakukan
Menanggapi situasi ini, pemerintah dan manajemen KAI segera mengambil langkah,
langkah konkret dan strategis:
01. Investigasi & Evaluasi Sistem
Pemerintah mendukung penuh proses investigasi yang sedang berjalan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari tahu penyebab pasti kejadian, termasuk mendalami dugaan gangguan pada sistem sinyal. KAI juga berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap prosedur keamanan dan teknologi operasional.
02. Pendampingan Maksimal bagi Korban
Fokus utama saat ini tidak hanya pada pemulihan operasional, tetapi juga memastikan kehadiran negara melalui KAI hadir penuh memberikan pendampingan, perawatan, dan penanganan terbaik bagi para korban serta keluarga yang terdampak.
03. Pemulihan Layanan Bertahap
Proses evakuasi telah selesai dilakukan. Jalur yang terdampak kini mulai dapat dilalui kembali secara bertahap. Penyesuaian operasional terus diterapkan dengan ketat guna memastikan keamanan perjalanan kereta api kembali normal dan aman.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi ini. Seluruh hasil temuan dan rekomendasi dari KNKT nantinya akan ditindaklanjuti secara tegas dan nyata demi mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.(Red).

Komentar

