PEMATANGSIANTAR | MEDIA-DPR.COM. Musibah kebakaran yang melanda Pasar Parluasan di Kota Pematang Siantar Provinsi Sumatra Utara (Sumut), telah menghanguskan 311 unit kios dagangan, di antaranya sekitar 50 kios milik warga jemaat HKBP.
Kejadian ini tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga melenyapkan sumber penghidupan utama ratusan keluarga, sekaligus membebani kehidupan mereka dengan ketidakpastian ekonomi. Sumber: Pernyataan Ephorus HKBP Dr. Victor Tinambunan, MST. Sabtu, 20 Juni 2026
Menyikapi duka dan kerugian yang dialami para korban, Ephorus HKBP Dr. Victor Tinambunan, MST., mengajak seluruh umat dan masyarakat luas untuk bersatu dalam doa dan tindakan nyata sebagai wujud kepedulian sesama.
KUNJUNGAN LANGSUNG DAN WUJUD KASIH BERSAMA
Ephorus didampingi Praeses Distrik V Sumatera Timur Pdt. A.A.Z. Sihite beserta jajaran pelayan gereja, turun langsung mengunjungi lokasi kejadian dan bertemu dengan para korban di HKBP Parsaoran Nauli.
Dalam suasana yang penuh haru, dilakukan doa bersama untuk menguatkan hati mereka yang sedang terguncang.
Pada kesempatan itu juga diserahkan boras sipir ni tondi, lambang kebersamaan dan dukungan batin, serta bantuan materi yang dihimpun dari Kantor Pusat HKBP, HKBP Distrik V Sumatera Timur, dan Diakonia Sosial HKBP. Bantuan ini disalurkan guna meringankan kebutuhan sehari-hari yang mendesak bagi mereka yang kehilangan segalanya dalam semalam.
PENGUATAN IMAN DAN HARAPAN NYATA
“Di tengah duka dan ketidakpastian ini, kita percaya Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Kiranya Ia membuka jalan-jalan baru, menguatkan hati yang lemah, dan menolong saudara-saudara kita bangkit kembali serta memulai usaha dengan pengharapan yang teguh,” tegas Ephorus.
Selain dukungan rohani, ia juga menyampaikan harapan tegas kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar:
“Kami berharap pemerintah segera menghadirkan solusi yang cepat, bijaksana, dan berkeadilan. Berikan kemudahan dan dukungan yang layak agar para pedagang dapat segera menata kembali usahanya, sehingga roda perekonomian keluarga dan lingkungan sekitar dapat berjalan kembali seperti sedia kala.”
Semoga dari abu dan reruntuhan musibah ini, Tuhan menumbuhkan semangat baru. (Smt).

Komentar

