Viral di Facebook! Bukannya Warga Tidak Bersyukur atas Dibangunnya Jalan Pangalengan - Pintu Tetapi Pengerjaan yang Lambat Mengakibatkan Debu

Iklan Semua Halaman

.

Viral di Facebook! Bukannya Warga Tidak Bersyukur atas Dibangunnya Jalan Pangalengan - Pintu Tetapi Pengerjaan yang Lambat Mengakibatkan Debu

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Rabu, 24 Juni 2026

 






BANDUNG, MEDIA - DPR.COM Pembangunan jalan Pangalengan-Pintu yang berada di wilayah Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rencana awal pada tanggal 27 April 2026.


Mengalami perubahan jadwal dan dimulai pada hari Selasa (26/05/2026), kini menjadi sorotan masyarakat setelah keluhan mengenai pelaksanaannya yang dianggap sangat lambat viral di grup Facebook Pangalengan.


Meskipun warga menyambut baik upaya pemerintah untuk memperbaiki jalan, mereka mengungkapkan kekhawatiran terkait kemacetan dan debu yang mengganggu aktivitas sehari-hari, serta kemajuan pekerjaan yang dinilai kurang optimal.


"Tak jarang warga membandingkan dengan pembangunan jalan Pintu - Wates yang pengerjaan di lakukan bulan Juni tetapi kelihatannya sudah panjang tahap pengecoran nya, lancar, cepat dan tetap menjaga kualitas."

 

Dalam postingan yang viral di medsos tersebut, sebagian warga menyatakan bahwa hampir satu bulan setelah pembangunan dimulai, progres pengecoran hanya sedikit dilakukan.


Bahkan, bagian jalan yang telah di (LC) malah mulai rusak kembali di bagian pinggirannya dan menjadi sumber debu yang menyebar ke sekitar lokasi proyek, bahkan sudah terpasang bekisting besi.

 

“Bukannya tidak bersyukur jalan diperbaiki, tapi sudah hampir sebulan hanya sedikit bagian yang dicor. Bagian LC yang sudah dibuat malah rusak lagi di pinggirnya dan selalu berdebu setiap ada kendaraan lewat.


Akibatnya, jalan sering macet dan makanan di warung sekitar jadi kotor karena debu,” tulis salah satu anggota grup Facebook Pangalengan dalam postingannya yang mendapatkan reaksi dan komentar pro kontra warga lain.

 

Tepatnya hari Rabu (20/06/2026), awak media mengunjungi lokasi pembangunan dan menemukan bahwa sebagian besar ruas jalan masih dalam tahap LC, dengan beberapa bagian pinggir jalan memang terlihat sudah mulai mengelupas. 


Yang semakin memperparah kondisi jalan dan menyebabkan kemacetan pada jam sibuk.

 

Pedagang warung dekat lokasi proyek, mengaku aktivitasnya sangat terganggu akibat kondisi jalan yang berdebu yang menyebar. 


Selain itu, warga terdekat berupaya melakukan penyiraman air ke jalan, namun upaya teresebut tidak bisa lama apalagi musim kemarau seperti sekarang ini dan mengakibatkan debu lagi.


Masyarakat Desa Sukamanah banyak yang datang menanyakan kapan pengerjaan ini akan di lanjut, dan masalah yang terjadi selama pembangunan jalan dapat segera teratasi. 


Mereka juga berharap bahwa pembangunan bisa selesai dengan cepat, tepat waktu dan menghasilkan jalan yang berkualitas agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.


"Sampai berita ini tayang pihak lainya belum bisa ditemui guna keterangan lebih lanjut."

 

 (AS)







close