Kecewaan Mendalam Pasien Diduga Dianiaya Dipulangkan Dengan Kata "Tidak Apa-Apa", Telepon IGD Tidak Diangkat, HM. Jamil Zeb Tumori: IGD RS Dr. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga Harus Segera Berbenah. Hak Pasien Dilanggar Terang-Terangan.

Iklan Semua Halaman

.

Kecewaan Mendalam Pasien Diduga Dianiaya Dipulangkan Dengan Kata "Tidak Apa-Apa", Telepon IGD Tidak Diangkat, HM. Jamil Zeb Tumori: IGD RS Dr. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga Harus Segera Berbenah. Hak Pasien Dilanggar Terang-Terangan.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 01 September 2026
Kecewaan Mendalam Pasien Diduga Dianiaya Dipulangkan Dengan Kata "Tidak Apa-Apa", Telepon IGD Tidak Diangkat, HM. Jamil Zeb Tumori: IGD RS Dr. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga Harus Segera Berbenah. Hak Pasien Dilanggar Terang-Terangan. Senin (31/08/2026).


SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM. Sebuah keluhan serius terkait pelayanan di IGD Rumah Sakit Dr. Ferdinand Lumban Tobing  Sibolga mencuat ke permukaan. 


Keluarga pasien membawa anaknya yang diduga dianiaya, kepala bengkak, bibir pecah, perut sakit, muntah-muntah, dan pusing berulang, berharap mendapat penanganan serius.  sumber HM Jamil Z Tumori.


Namun setelah diperiksa, dokter justru menyatakan "tidak apa-apa" dan dipersilakan pulang, padahal kondisi anak tersebut masih terlihat kesakitan.

 

Ketika pihak keluarga berusaha menghubungi petugas medis IGD melalui telepon untuk meminta kejelasan, tidak ada satu pun yang mau mengangkat telepon. Informasi atas pelayanan yang diberikan sama sekali tidak disampaikan, padahal keluarga berhak mengetahuinya.


Pimpinan DPRD Kota Sibolga Dr (HC) H.M Jamil Zeb Tumori,S.H,. MAP., M.I.KOM., CAND, selaku pengawas menegaskan: "Sesuai UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, dan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Medik, Pasien berhak mendapat informasi medis yang jelas: "Diagnosis, tindakan, risiko, hingga perkiraan biaya. Juga BERHAK didampingi keluarga terutama saat kondisi kritis. Semua itu diabaikan di sini."

 


TIGA TUNTUTAN KEPADA RS FL TOBING:

 - Periksa ulang secara menyeluruh tubuh pasien, pastikan ada atau tidak bekas penganiayaan


- Dokter yang bertugas wajib memiliki kepekaan dan wawasan kejiwaan, bukan sekadar berdialog lalu memulangkan pasien

- IGD sebagai wajah pertama pelayanan wajib terbuka dan memberi informasi — jangan menelantarkan keluarga yang cemas

 

"Pasien ini tidak pakai BPJS, bayar dengan keringat sendiri. Tapi yang didapat bukan pelayanan prima, melainkan ketidakpedulian dan penutupan informasi. Ini sangat memprihatinkan!"

 

HM Jamil Z TM menyatakan pagi ini akan mendatangi RS Dr. Ferdinand Lumban Tobing untuk meninjau langsung dan mendorong perubahan pelayanan di IGD. Peninjauan juga akan dilakukan ke RS Meta Medika agar perbaikan terjadi secara menyeluruh demi masyarakat Sibolga.

 

"IGD bukan tempat menolak pasien atau menutup informasi. IGD adalah harapan terakhir saat nyawa terancam. Perbaikilah sekarang juga sebelum rakyat kehilangan kepercayaan sepenuhnya."

Demak MP Panjaitan/Pance.






close