SAMOSIR | MEDIA-DPR-COM.Kabupaten Samosir Provinsi Sumatra Utara (Sumut), resmi ditetapkan sebagai daerah fokus pengembangan komoditas bawang putih tingkat nasional.
Langkah strategis ini ditandai dengan penyerahan bantuan berupa bibit bawang putih sebanyak 16 ton dan dua unit traktor roda empat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) TA 2026 kepada kelompok tani setempat. sumber MEDIA-DPR-COM dari Vandiko Timotius Gultom Bupati Samosir Sabtu (11/04/2026).
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terhadap program swasembada pangan, yang sejalan dengan visi misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. ujar Vandiko.
Atensi Langsung Presiden dan Tantangan Menteri Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Vandiko menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan kepercayaan besar dan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. ungkapnya.
"Saya ditantang langsung oleh Menteri Pertanian saat kunjungan kerja di Jakarta, 'Sanggup tidak Samosir mendukung ketahanan pangan bawang putih?'. Saya jawab tegas: Sanggup!", jelas Vandiko dengan penuh semangat.
Lebih jauh Vandiko, menjelaskan, tidak semua daerah di Indonesia memiliki iklim dan tanah yang cocok untuk menanam bawang putih. Di Sumatera Utara, hanya beberapa daerah yang dinilai potensial, dan Samosir dinilai sebagai daerah yang paling potensial berdasarkan kajian mendalam dari Kementerian Pertanian. ungkapnya.
"Sebelum saya pulang dari Jakarta, bantuan langsung dikirimkan. Ini membuktikan bahwa pemerintah pusat sangat serius menjadikan Samosir sebagai salah satu lumbung bawang putih di masa depan," tambahnya.
Target Besar, Tanggung Jawab Besar
Bantuan tahap awal ini diserahkan kepada dua kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtana di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo.
Masing-masing kelompok mendapatkan alokasi lahan seluas 10 hektare dengan bibit sekitar 8 ton, serta didukung alat mesin pertanian berupa traktor roda empat.
Dengan potensi hasil yang bisa mencapai 20 hingga 30 ton per hektare, Bupati menekankan pentingnya keseriusan para petani.
"Keberhasilan ini akan menentukan masa depan Samosir sebagai sentra bawang putih nasional. Kalau berhasil, nama Samosir akan harum. Tapi kalau gagal, peluang emas ini bisa saja dialihkan ke daerah lain. Oleh karena itu, saya minta dikerjakan dengan sungguh-sungguh," tegasnya.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian juga akan melakukan pendampingan intensif, mulai dari pengawalan teknis hingga pengiriman tenaga pendamping lapangan, guna memastikan setiap proses berjalan sesuai standar internasional.
Siap Bekerja Keras Membangun Negeri
Pemilihan Samosir juga didasarkan pada kondisi geografis yang ideal, yakni berada di ketinggian minimal 1.000 mdpl dan memiliki hamparan lahan yang luas dan kontinu.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan luar biasa ini. Kami berjanji akan bekerja keras, memaksimalkan potensi ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung kemandirian pangan bangsa," pungkasnya.
(Richard DA Panjaitan S.E.)

Komentar

