![]() |
Bupati Toba Usulkan Dua SMA Negeri Baru, Pemprovsu Siap Dukung dan Susun Studi Kekayaan.Selasa (16/06/2026) Gambar: Humas Pemkab Toba /. MEDIA-DPR.COM. |
TOBA | MEDIA-DPR.COM. Dalam upaya memperluas akses serta mewujudkan pemerataan layanan pendidikan menengah, Bupati Kabupaten Toba Effendi Sintong P. Napitupulu melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, di Medan pada Senin (15/06/2026).
Bupati didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Natalia Silitonga serta Kabag Prokopim Try Sutrisno Pandapotan. Sumber: Humas Pemkab Toba Selasa (16/06/2026).
Pertemuan tersebut membahas secara khusus usulan pendirian dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri baru, masing-masing berlokasi di Kecamatan Porsea dan Kecamatan Balige.
Bupati menyampaikan bahwa Kecamatan Porsea hingga saat ini belum memiliki SMA Negeri, sehingga keberadaan sekolah tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, usulan di Kecamatan Balige ditujukan untuk pemerataan layanan, mengingat sebagian besar sekolah menengah yang ada saat ini terpusat di kawasan Soposurung, sementara wilayah lain masih belum terjangkau secara optimal.
Sebagai wujud dukungan nyata, masyarakat setempat telah menghibahkan lahan yang siap digunakan. Di Desa Parparean I, tersedia lahan seluas 2,5 hektare untuk lokasi sekolah di Porsea, sedangkan di Desa Bonan Dolok III disediakan lahan seluas 28.686 meter persegi untuk wilayah Balige.
Berdasarkan data yang disampaikan, kebutuhan akan sekolah baru sangat mendesak. Kecamatan Balige memiliki delapan SMP dengan total siswa kelas VII sebanyak 252 orang dan kelas VIII sebanyak 822 orang. Di Kecamatan Porsea, terdapat 3 SMP dengan 356 siswa kelas VII dan 414 siswa kelas VIII. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya potensi lulusan yang membutuhkan tempat melanjutkan pendidikan.
Menanggapi usulan tersebut, Pemprov Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan menyatakan dukungan penuh dan siap menyiapkan Studi Kelayakan (FS) sebagai dasar perencanaan dan penganggaran pembangunan. Meski demikian, terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan, antara lain penyelesaian status dan sertifikasi lahan hibah bersama BPN, serta kesiapan penempatan tenaga pendidik sesuai kebijakan yang berlaku.
Bupati Toba menyambut baik tanggapan tersebut dan berkomitmen segera menindaklanjuti seluruh persyaratan yang diminta. Diharapkan, melalui sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan dukungan masyarakat, pendirian kedua SMA Negeri baru ini dapat segera terwujud demi meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda Toba.(Tao Situmeang).

Komentar

