Dukung Swasembada Pangan, Wakil Bupati Tapteng Buka Rakor Percepatan Luas Tambah Tanam Rayon 6

Iklan Semua Halaman

.

Dukung Swasembada Pangan, Wakil Bupati Tapteng Buka Rakor Percepatan Luas Tambah Tanam Rayon 6

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Kamis, 11 Juni 2026

Dukung Swasembada Pangan, Wakil Bupati Tapteng Buka Rakor Percepatan Luas Tambah Tanam Rayon 6  Rabu (10/06)2026) Gambar: Pemkab Tapteng / MEDIA-DPR.COM.

  

SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM. Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi dan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta Penyaluran Bantuan di Aula Makodim 0211/Tapanuli Tengah, Rabu (10/06/2026).

 

Kegiatan yang mencakup wilayah Rayon 6 — meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput) Kabupaten, Toba, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatra Utara (Sumut), dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapteng, H. Mahmud Efendy Lubis, S.E. sumber: Pemkab Tapteng  Rabu (10/06/2026).


Dengan turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Perwira TNI Wakil Koordinator Lapangan Sumut, Kepala BBRMP Sumut, Kepala BBP2TP Medan, Kepala BPLIP Kelas I Medan, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumut, Kasdim 0211/TT, serta Kepala Dinas Pertanian se-Rayon 6 dan para pemangku kepentingan lainnya.


Mahmud Efendy dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat. Ia menekankan bahwa program LTT tidak boleh dipandang hanya sebagai pencapaian angka statistik semata.

 

“Peningkatan luas tambah tanam adalah langkah nyata untuk menaikkan produksi pangan, menjaga ketersediaan bahan pangan, meningkatkan pendapatan petani, dan mendukung target swasembada pangan nasional,” tegasnya.

 

Ia menambahkan bahwa optimalisasi lahan menjadi kunci utama peningkatan produktivitas. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana produksi, peningkatan keterampilan petani, hingga penguatan kelembagaan tani.

 

Keberhasilan program ini, lanjutnya, membutuhkan kerja sama semua pihak — penyuluh, kelompok tani, pemerintah desa, dan masyarakat. Pendampingan yang berkelanjutan, penerapan teknologi, pemanfaatan lahan tidur, serta pengelolaan irigasi yang baik harus menjadi fokus bersama.

 

Wakil Bupati juga menyadari adanya tantangan seperti perubahan iklim, risiko bencana, keterbatasan sarana produksi, dan alih fungsi lahan. Namun ia tetap optimis hal tersebut dapat diatasi dengan semangat gotong royong.

 

Rakor ini diharapkan memperkuat sinergi antar daerah agar target tanam tercapai dan bantuan pemerintah tepat sasaran, guna mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat.

(Demak MP Panjaitan/Pance)



  

close