Jembatan Harapan Lubuk Ampolu Kembali BerdiriI: Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat. Rabu (10/06/2026) Gambar: Kodim O211/TT / MEDIA-DPR.COM
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Pembangunan Jembatan Modular Tipe 21 di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), dinyatakan selesai 100% Sabtu (06/06/2026).
Infrastruktur penghubung vital ini berhasil diselesaikan dalam waktu singkat berkat kerja sama erat antara TNI, Pemerintah Daerah Pemda, dan masyarakat setempat.Sumber: Kodim 0211/Tapanuli Tengah Rabu (10/06/2026)
Jembatan ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang rusak parah akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor, yang sempat memutus akses transportasi warga. Pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong oleh personil Kodim 0211/Tapteng, anggota Yon TP 906/SL, dan warga Desa Lubuk Ampolu.
Dandim 0211/Tapteng Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono yang memimpin langsung kegiatan menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, pekerjaan yang berat pun dapat diselesaikan dengan baik. Jembatan ini bukan sekadar struktur baja dan kayu, melainkan simbol gotong royong yang akan memperlancar akses ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari warga Lubuk Ampolu,” ujarnya.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dan terencana untuk menjamin kekuatan serta keamanan, meliputi pembersihan lokasi, pengukuran titik pondasi, pemasangan rangka utama modular, pemasangan lantai, penguatan struktur, hingga pemeriksaan akhir oleh tim teknis.
Kehadiran jembatan baru ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat. Selama akses terputus, warga kesulitan berpergian ke kebun, pasar, maupun fasilitas umum, terutama saat musim hujan.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Dulu kami harus menyeberangi sungai dengan risiko, kini jalur sudah aman dan lancar. Anak-anak pun bisa berangkat sekolah dengan tenang dan selamat,” ungkap salah seorang warga yang turut membantu pembangunan.
(Demak MP Panjaitan/Pance).

Komentar



