KASUS TANAH: Doli R Tanjung Mengaku Dianiaya, Lapor Polisi; Pimpinan DPRD Sibolga Tekankan Persamaan di Hadapan Hukum

Iklan Semua Halaman

.

KASUS TANAH: Doli R Tanjung Mengaku Dianiaya, Lapor Polisi; Pimpinan DPRD Sibolga Tekankan Persamaan di Hadapan Hukum

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Jumat, 05 Juni 2026

Waspadai Skenario Gangguan Keamanan yang Memicu Kebencian Terhadap Aparat

 

KASUS TANAH: Doli R Tanjung Mengaku Dianiaya, Lapor Polisi; Pimpinan DPRD Sibolga Tekankan Persamaan di Hadapan Hukum.  Jum'at (05/06/2026) [Gambar: Jamil / MEDIA-DPR.COM)


SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM.  Sebuah kasus perselisihan tanah berujung dugaan penganiayaan menjadi sorotan publik setelah diunggah secara terbuka di akun Facebook Pimpinan DPRD Kota Sibolga, Dr (HC) H.M Jamil Zeb Tumori, S.H., MAP., M.I.KOM., CAND, pada Jum'at (05/06/2026).

 

Dalam keterangannya, Doli R Tanjung menyatakan dirinya menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang terkait sengketa batas tanah. Didampingi oleh Ucok Kalewang selaku pemilik tanah di Jalan Aido Kelurahan Pancuran Gerobak Kecamatan Sibolga Kota. Kota Sibolga Provinsi Sunatra Utara (Sumut), yang menjadi saksi mata, Doli menceritakan kronologi kejadian.

 

"Saya tidak merusak pagar batas tanah mereka, hanya menggoyang saja dan tidak ada bagian yang rusak. Namun saya tetap dianiaya hingga harus dirawat di rumah sakit. Saya sudah membuat laporan resmi ke Polisi pada tanggal 3 Mei 2026. Saya mohon keadilan, Pak Jamil," ungkap Doli.

 

Ucok Kalewang yang hadir sebagai saksi membenarkan peristiwa tersebut. "Saya melihat sendiri Doli dikeroyok dua orang gara-gara masalah tanah. Keadaannya babak belur, dan kalau tidak ada saya di sana, entah bagaimana nasibnya saat itu," tambahnya.

 

Tanggapan Pimpinan DPRD: Hukum Berlaku untuk Semua, Waspadai Provokasi

Menanggapi aspirasi tersebut, H.M Jamil Zeb Tumori menegaskan prinsip kesetaraan di depan hukum. "Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, tanpa terkecuali. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menyampaikan aspirasi hukum ini," ujarnya.

 

Ia juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja jajaran kepolisian daerah. "Menurut pandangan saya, kepemimpinan Kapolres Sibolga AKBP Eddy Inganta, S.H., S.I.K., M.H., masih berjalan dengan baik dan profesional dalam menjalankan tugasnya," tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat. 


"Hal yang perlu kita jaga bersama saat ini adalah kemungkinan adanya skenario yang dirancang untuk menimbulkan kebencian masyarakat terhadap kepolisian. Mari kita dukung institusi Polri agar tetap dapat menjalankan fungsinya menjaga keamanan dan ketertiban tanpa terprovokasi hal-hal yang tidak bertanggung jawab," pesan H.M Jamil.

 

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, menunggu proses hukum yang adil dan transparan agar kebenaran dapat terungkap dan keadilan dapat ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat.


Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance






 




close