KRITIK TEGAS: Kinerja Bupati Tapteng Dinilai Belum Ada yang Beres, Bantuan Pascabencana Tak Terlihat

Iklan Semua Halaman

.

KRITIK TEGAS: Kinerja Bupati Tapteng Dinilai Belum Ada yang Beres, Bantuan Pascabencana Tak Terlihat

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 06 Juni 2026

Dugaan Hanya Ingin Satu Periode, Fokus Persiapan Maju ke Senayan

KRITIK TEGAS: Kinerja Bupati Tapteng Dinilai Belum Ada yang Beres, Bantuan Pascabencana Tak Terlihat

TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Sebuah kritik tajam dan tegas disampaikan publik melalui akun Facebook Sumber Jaya di halaman TAPTENG BERSATU UNTUK PERUBAHAN (TBUP) pada Sabtu (06/06/2026). 


Dalam unggahannya, penulis menilai kinerja Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., selama memimpin belum menunjukkan hasil yang memuaskan, bahkan mempertanyakan apakah kondisi daerah justru semakin memburuk dibandingkan sebelumnya.

 

"Satupun kinerja Bupati Tapteng, sekarang belum ada yang beres. Apakah memang lebih buruk dari sebelumnya?" tulisnya dengan nada penuh kekecewaan.

 

Dituduh Hanya Ingin Satu Periode dan Fokus ke Senayan

 

Kritik paling tajam ditujukan pada motif politik yang diduga melatarbelakangi kepemimpinan saat ini. "Kami tahu Anda hanya ingin satu periode saja di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)T, mengikuti jejak mantan bupati sebelumnya. 


Setelah modal kampanye kembali didapatkan, rencananya akan maju ke Anggota DPR-RI di Senayan nanti," tuduhnya secara terbuka.

 

Bantuan Pascabencana Besar, Hasilnya Tak Terlihat

Lebih lanjut, disoroti pula pengelolaan bantuan dan anggaran pascabencana yang dinilai sangat mengecewakan. Pemerintah daerah (Pemda), disebutkan menerima bantuan yang jumlahnya luar biasa besar, namun hingga saat ini manfaatnya belum terasa di tengah masyarakat.

 

Belum lagi soal pengajuan Jaminan Hidup (Jadub) Tahap II yang dinilai berjalan sangat lambat dan tidak ada kepastian. Padahal, prosesnya dianggap sederhana, cukup memerlukan tanda tangan persetujuan saja.

 

Hunian Tetap Dikerjakan Terburu-buru dan Tak Selesai

Proyek Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana juga tak luput dari sorotan. Pembangunannya dinilai berjalan lambat dan hingga kini belum selesai. Bahkan kualitas pengerjaannya diduga dilakukan secara terburu-buru dan asal-asalan.

 

"Bagaimana mungkin ada perubahan jika cara kerjanya seperti ini? Wajar jika ada yang mengatakan Tapanuli Tengah semakin turun kelas. Itu bukan omongan sembarangan, tapi fakta yang terlihat di lapangan," tegasnya.

 

Pesan untuk Semua Pihak

Unggahan ini disampaikan agar menjadi perhatian dan inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah. Diharapkan kritik ini menjadi cermin agar penyelenggara negara lebih bertanggung jawab, transparan, dan benar-benar memprioritaskan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance.



 



close