Mengawal Pembagunan MRT Fase 2A: KSP Pastikan Proyek Strategis Nasional Berjalan Tepat Waktu Kamis (18/06/2026) Gambar: Kantor Staf Kepresidenan / MEDIA-DPR.COM
JAKARTA | MEDIA-DPR.COM. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman turun langsung ke lapangan guna memantau perkembangan pembangunan MRT Jakarta Koridor Utara–Selatan Fase 2A, Rabu (17/06/2026).
Peninjauan ini mencakup jalur sepanjang 5,8 kilometer dari Bundaran HI menuju Kota, serta pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M sebagai bagian dari integrasi sistem transportasi. Sumber MEDIA-DPR.COM. Kantor Staf Kepresidenan, Kamis (18/06/2026).
Dalam kunjungan tersebut, KSP menegaskan bahwa hambatan-hambatan strategis yang sempat menghambat kemajuan, terutama yang bersifat lintas instansi, telah berhasil dipecahkan melalui pendekatan koordinasi aktif dan penyelesaian bersama. Langkah ini membuat proyek dapat terus melaju sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
PROGRES POSITIF DAN TARGET JELAS
Hingga pertengahan tahun 2026, pembangunan menunjukkan perkembangan yang memuaskan dan melampaui target rencana. Jalur penghubung hingga kawasan Monas ditargetkan dapat beroperasi dan dinikmati masyarakat pada tahun depan (2027), sedangkan keseluruhan jalur hingga kawasan Kota diharapkan rampung pada akhir 2029.
“Saya turun ke bawah hingga kedalaman 18 meter melihat langsung pengerjaannya. Luar biasa, ini dikerjakan sepenuhnya oleh putra-putra Indonesia, dan kualitasnya sudah setara dengan standar internasional, bahkan sebanding dengan yang ada di Jepang,” ujar Dudung Abdurachman memberikan apresiasi tinggi.
KOMITMEN KSP DALAM PENGAWALAN
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan MRT mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. KSP berperan sebagai jembatan penghubung sekaligus pengawal agar setiap tahapan berjalan lancar:
🔹 Mengurai hambatan birokrasi dan koordinasi antarinstansi
🔹 Memastikan anggaran tersalurkan tepat guna dan tepat waktu
🔹 Mengawasi kualitas konstruksi serta keselamatan kerja
🔹 Mendukung pengembangan kawasan TOD agar transportasi tidak hanya menjadi sarana perpindahan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi baru
“Kami berkomitmen terus mengawal setiap langkahnya. Tujuannya satu: menghadirkan transportasi massal yang modern, terintegrasi, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Jabodetabek,” tegasnya.
MAKNA BAGI MASYARAKAT
Perluasan jalur MRT Fase 2A diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, memangkas waktu tempuh perjalanan, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Kehadirannya juga menjadi bukti nyata kemampuan bangsa dalam melaksanakan proyek infrastruktur berskala besar dengan kualitas yang diakui dunia.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan ini, agar manfaatnya segera dapat dirasakan demi kemajuan ibukota dan kesejahteraan rakyat.
Catatan: Informasi ini disampaikan secara resmi oleh Kantor Staf Kepresidenan untuk menjadi bahan pengetahuan dan harapan publik terhadap pembangunan infrastruktur nasional. (Red).

Komentar

