Viral di Tapteng: Warga Bernyanyi Minta Jadup, Janji Bupati Tidak Ditepati, Kadisos Malah Sebut Hoax.

Iklan Semua Halaman

.

Viral di Tapteng: Warga Bernyanyi Minta Jadup, Janji Bupati Tidak Ditepati, Kadisos Malah Sebut Hoax.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Rabu, 17 Juni 2026

Viral di Tapteng: Warga Bernyanyi Minta Jadup, Janji Bupati Tidak Ditepati, Kadisos Malah Sebut Hoax. Rabu (17/06/2026) Gambar: Lisberth Manik S.E., / MEDIA-DPR.COM.


TAPTENG | MEDIA-DPR COM. Sebuah pemandangan sekaligus suara yang menyentuh hati dan penuh makna bergema di depan Kantor Bupati Tapteng, Jalan Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Kota Pandan, Rabu (17/06/2026). 


Ratusan warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025 berkumpul, bernyanyi, dan berjoget dengan irama sederhana namun sarat harapan, melantunkan lirik yang menjadi doa dan tuntutan mereka: Sumber MEDIA-DPR COM. Pantauan Lapangan, Video Viral & Aspirasi Warga Rabu (17//06/2026).


“JADUP kapan cair… Kamis JADUP cair… MASINTON, MASINTON, MASINTON, hari Kamis keluarkan JADUP kami oh Masinton! JADUP… JADUP… JADUP!”

 

Nyanyian itu terdengar seperti pesta, namun di baliknya tersimpan rasa kecewa yang mendalam. Ini adalah cara warga menyampaikan harapan yang sudah lama ditunggu, sekaligus mempertanyakan janji yang belum menjadi kenyataan.

 

ASAL MULA JANJI YANG MENIMBULKAN HARAPAN

Beberapa waktu lalu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution S.H.,.M.M., berkunjung langsung meninjau kondisi pascabencana di Hutanabolon, Kecamatan Tukka. 


Di hadapan Gubernur dan warga, korban bencana secara tegas bertanya kapan Jaminan Hidup (JADUP) sebagai hak mereka akan disalurkan.

 

Saat itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menjawab dengan pasti: “JADUP akan cair hari Kamis.”

 

Jawaban itu justru membuat Gubernur sempat bertanya balik dengan nada serius: “Hari Kamis yang mana? Tahun 2026 atau tahun 2027?” Pertanyaan itu seketika membuat warga tertegun dan mulai merasakan ketidakpastian.

 

JANJI TIDAK TEPAT, JAWABAN MALAH MEMBUAT BINGUNG

Hari Kamis yang ditunggu-tunggu pun tiba, namun bantuan yang dijanjikan tidak kunjung turun ke tangan warga. Ketika mereka menanyakan kembali ke Kepala Dinas Sosial Tapteng, jawaban yang diterima justru semakin membingungkan:

 

Informasi itu hoax.”

 Pernyataan yang disampaikan dengan nada santai ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: 


Siapa yang sebenarnya menyampaikan hal yang tidak benar? Apakah janji Bupati yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, atau justru keterangan kepala dinas yang bertentangan dengan pernyataan pimpinan daerah?

 

SERUAN TEGAS KEPADA PEMERINTAH DAN INSTANSI TERKAIT

Kondisi ini menjadi sorotan luas dan pelajaran berharga bagi semua pihak. Masyarakat berhak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, karena bantuan Jaminan Hidup bukanlah pemberian semata, melainkan hak yang harus dipenuhi negara bagi warganya yang terkena musibah.

 

Oleh karena itu, disampaikan permintaan tegas:

๐Ÿ”น Kepada Bupati Tapteng untuk segera memberikan penjelasan tertulis dan terbuka mengenai status pencairan JADUP serta memastikan hak warga segera dipenuhi.

๐Ÿ”น Kepada Dinas Sosial untuk memberikan kejelasan data dan jadwal penyaluran, bukan hanya menyebut informasi sebagai hoax tanpa dasar yang jelas.

๐Ÿ”น Kepada Pemerintah Pusat dan instansi pengawas untuk meninjau langsung kondisi ini, memeriksa alasan keterlambatan, dan memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan bantuan bencana.

 

“Bencana boleh berlalu, penderitaan boleh berkurang, tetapi hak hidup dan kesejahteraan warga tidak boleh menjadi bahan janji kosong atau permainan kata-kata. Kepercayaan rakyat adalah modal utama pemerintah, dan keadilan harus tetap ditegakkan,” demikian pesan yang ingin disampaikan warga kepada seluruh pemangku kepentingan.

 

Catatan: Berita ini disusun berdasarkan fakta kejadian, rekaman video, dan keterangan warga yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berhak memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.

 Lisberth Manik S.E.,

Editor Demak MP Panjaitan/Pance




close