SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM. Sejumlah pertanyaan dan kekhawatiran publik muncul menyusul unggahan yang disebarkan ke ruang maya terkait kondisi penanganan pascabencana dan pembangunan di Kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Dalam unggahan tersebut disampaikan sejumlah hal yang menjadi sorotan masyarakat luas. Sumber MEDIA-DPR.COM.: Unggahan Simentel-mentel, Jum'at (18/06/2026) Jum'at (19/06/2026).
BANTUAN RUMAH RUSAK BELUM DIBERIKAN.
Pertama, disinggung bahwa hingga saat ini bantuan dana untuk perbaikan rumah rusak ringan bagi warga yang terkena dampak banjir belum juga disalurkan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemko), Sibolga diketahui menggelar berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik dan penampilan band.
Hal ini memicu pertanyaan warga: “Mengapa bantuan yang menjadi kebutuhan mendesak korban bencana belum kunjung diterima, sementara anggaran untuk acara hiburan sudah dapat digunakan?”
RUMAH BANTUAN BELUM TERSEDIA AIR DAN LISTRIK
Lebih lanjut disebutkan bahwa bagi warga yang sudah menerima rumah bantuan, masih terdapat kendala mendasar.
Diduga rumah tersebut belum teraliri air bersih dan pasokan listrik. Warga pun mempertanyakan: “Kalau belum ada air dan listrik, bagaimana kami dapat menempati dan memanfaatkan rumah tersebut?”
STADION HORAS DIRESMIKAN PADAHAL DIDUGA BELUM SELESAI
Sorotan juga ditujukan pada proyek Stadion Horas. Disebutkan bahwa stadion yang diduga belum selesai pembangunannya sudah lebih dulu diresmikan dan digunakan untuk berbagai aktivitas. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pembangunan, kesesuaian prosedur, serta manfaat jangka panjangnya bagi masyarakat.
PERTANYAAN TENTANG KEABSAHAN DAN KONSISTENSI INFORMASI
Di tengah isu yang berkembang, muncul pula pertanyaan dari publik mengenai sumber informasi tersebut.
Mengingat Simentel-mentel dikenal aktif menyebarkan berita yang kerap menyangkal jika ada pemberitaan yang menyoroti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), khususnya Bupati Tapteng, atau disebut-sebut Simentel-mentel Wartawan Bupati Tapteng.
Timbul pertanyaan: Apakah informasi mengenai Kota Sibolga ini sudah didukung data dan bukti yang cukup, atau hanya disampaikan tanpa verifikasi terlebih dahulu?
Publik berharap setiap informasi yang disebarkan, baik yang menyoroti daerah lain maupun Kota Sibolga, tetap mengedepankan kebenaran, data akurat, dan keseimbangan agar tidak menimbulkan keresahan yang tidak perlu.
SERUAN UNTUK KEJELASAN DAN KETERBUKAAN
Masyarakat mengajak Walikota Sibolga dan jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga memberikan penjelasan resmi dan terbuka terkait hal-hal yang disoroti ini.
Kejelasan dibutuhkan agar warga mengetahui status penyaluran bantuan, kesiapan fasilitas rumah bantuan, serta kondisi riil proyek pembangunan yang telah diresmikan.
Sebaliknya, jika ada ketidaktepatan informasi, publik berharap hal tersebut dapat diluruskan secara transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar dan pertanyaan publik. Pihak yang menyampaikan informasi diminta melengkapi dengan data dan bukti yang sah, sedangkan Pemerintah Kota Sibolga berhak memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan fakta. Masyarakat diimbau tetap kritis dan menunggu penjelasan dari pihak berwenang.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance.

Komentar

