Sorotan Minyak Goreng MBG Pinangsori Diluruskan: Yang Terlihat Adalah Mobil Tangki Air, Bukan Minyak Goreng. Senin (15/06/2026) Gambar: Pengelola SPPG MBG Pinangsori / MEDIA-DPR.COM.
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Issue yang sempat mencuat di media sosial (medsos), terkait dugaan penyaluran minyak goreng menggunakan mobil tangki untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Punangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), akhirnya mendapatkan klarifikasi lengkap dan bukti pendukung dari pihak pengelola.
Sebelumnya, pada Senin (15/06/2026), muncul pertanyaan dari Togar Bondar melalui akun TAPTENG BERSATU UNTUK PERUBAHAN (TBUP).
Ia menduga bahwa kendaraan yang terlihat di lokasi dapur MBG pada Jum'at (12/06/2026) di Jalan Bandara adalah mobil tangki minyak goreng, lalu mempertanyakan kesesuaiannya dengan standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kita tahu syaratnya untuk makanan anak harus dalam kemasan bersertifikat. Kalau dari tangki, apakah memenuhi standar?” tanyanya saat itu.
Menanggapi hal tersebut, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Punangsori Yayasan Khayana Pelita Mandiri, memberikan penjelasan tegas dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. ujarnya Pengelola SPPG MBG Punangsori Senin (15/06/2026) kepada MEDIA-DPR.COM, Konfirmasi.
“Kami tegaskan sekali lagi: tidak pernah menerima atau membeli minyak goreng dari mobil tangki. Seluruh bahan baku, termasuk minyak goreng, selalu mengikuti aturan resmi BGN dan standar keamanan pangan. Yang terlihat di lokasi saat itu bukan tangki minyak goreng, melainkan mobil tangki air untuk kebutuhan kebersihan dan operasional dapur,” jelasnya.
Pihak pengelola juga melengkapi klarifikasi dengan bukti nyata, yakni rekaman CCTV lokasi serta daftar absensi dan catatan kedatangan kendaraan yang membuktikan bahwa kendaraan tersebut memang berisi air bersih, bukan minyak goreng.
“Kami meluruskan ini agar masyarakat tidak terprovokasi. Keamanan dan kualitas makanan untuk anak-anak adalah tanggung jawab utama kami. Kami siap diawasi, tapi jangan sampai dugaan yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan kesalahpahaman dan merusak kepercayaan publik,” tambahnya.
Pihak pengelola juga mengingatkan kepada seluruh pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, baik di media sosial maupun ruang publik.
Membuat dugaan atau prediksi tanpa verifikasi yang cukup dapat membangun opini negatif, merugikan nama baik pihak terkait, dan memicu keresahan masyarakat, meskipun nantinya dapat diklarifikasi, dampak buruknya sudah terlanjur terasa.
“Klarifikasi bisa disampaikan, tapi kesan buruk yang sudah terbentuk di pikiran masyarakat tidak mudah hilang. Mari kita hindari menyebarkan dugaan yang belum terbukti, apalagi jika didasari kebencian atau niat menjatuhkan. Program MBG ini adalah milik bersama yang harus dijaga kepercayaannya,” pesannya
Berita ini disampaikan agar publik memperoleh gambaran yang utuh, akurat, dan objektif, serta mengingatkan pentingnya memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi apa pun.
(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar


