Sudah Masuk Bulan Juni, Dimana Janji Gubernur Bobby Nasution untuk Warga Tapteng? Warga: Jangan Hanya Kritik, Tapi Tepati Janji!
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Suara kekecewaan dan pertanyaan tajam kembali menggema dari masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Menyadari waktu terus berjalan dan kini sudah masuk bulan Juni tahun 2026, warga mempertanyakan ke mana janji-janji yang disampaikan langsung oleh Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution S.E., M.M., khususnya bagi warga Kecamatan Tukka dan Hutanabolon.
Kritikan keras ini disampaikan secara terbuka oleh Putra Dedy dan diunggah luas di akun Facebook kelompok TAPTENG BERSATU UNTUK PEMBANGUNAN (TBUP) pada Rabu (03/06/2026), menjadi sorotan publik dan pesan keras bagi pemegang amanah pemerintahan provinsi.
Dalam unggahannya, Putra Dedy mengingatkan kembali janji tegas Gubernur Bobby yang dulu disampaikan langsung di hadapan warga saat kunjungan kerja ke daerah tersebut.
Kala itu, Gubernur berjanji berbagai bantuan dan perhatian khusus akan direalisasikan paling lambat pada bulan Juni. Namun hingga tanggal 3 Juni 2026 ini tiba, belum terlihat satu pun tanda-tanda realisasi janji tersebut.
"Jangan Cuma Omong Kosong, Pak Gubernur"
"Sudah bulan Juni ini loh...Pak Gubernur Bobby Nasution. Ingat Bapak punya janji sama masyarakat Tapteng, terkhususnya masyarakat Tukka dan Hutanabolon. Dimana janji Bapak yang kami harap akan ditepati bulan ini? Jangan cuma omong kosong janji bulan 6, tapi faktanya nihil," tulis Putra Dedy dengan nada kecewa.
Lebih tajam lagi, warga mengingatkan sikap Gubernur yang kerap menyoroti dan mengkritik keras kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), yang dinilai lambat menangani pasca bencana.
Namun di sisi lain, G,ubernur sendiri dianggap belum mampu menunjukkan keteladanan dengan menepati janji yang diucapkannya sendiri.
"Bapak sering kritik Pemkab Tapteng lambat menangani bencana. Tapi ingat, Bapak juga harus bisa menepati janji sendiri. Sampai hari ini, 3 Juni 2026, belum ada tanda-tanda janji itu ditepati. Kalau Bapak sendiri seperti ini, bagaimana kami bisa percaya?" tegasnya.
Pertanyaan Menohok soal "Hari Kamis" dan Bantuan JADUP
Poin paling menyentil dalam unggahan tersebut adalah pertanyaan mengenai janji bantuan JADUP dan kebutuhan mendesak lainnya.
Dulu, saat berkunjung ke lokasi, ada warga yang berani bertanya langsung di hadapan Gubernur Bobby dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu: "Kapan bantuan JADUP dan lain-lain ini keluar?"
Saat itu, Gubernur Bobby menjawab dengan cepat dan tegas di depan semua orang: "Hari Kamis!". Jawaban itu sempat membuat warga berharap besar, namun kenyataannya hingga kini tak kunjung ada wujudnya.
Pertanyaan besar kini tergantung di udara:
"Yang jadi pertanyaan saya Pak: Hari Kamis tahun berapa Bapak menepati janji itu? Hari Kamis kapan bantuan JADUP dan lainnya keluar untuk masyarakat Tapteng ini?"
Pertanyaan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan pantulan rasa kecewa mendalam masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu perhatian, bantuan, dan kepastian nasib pasca musibah yang menimpa wilayah mereka .
Pesan Keras: Jadilah Pemimpin yang Menepati Janji
Di akhir pernyataannya, Putra Dedy mewakili suara banyak warga menyampaikan pesan yang sangat jelas dan mendalam kepada Gubernur Sumut. Bagi masyarakat, pemimpin sejati bukanlah yang pandai berjanji atau pandai mengkritik orang lain, melainkan pemimpin yang punya integritas, ingat amanah, dan mampu menunaikan apa yang pernah diucapkannya di depan rakyat.
"Jadilah pemimpin yang bisa menepati janji, Pak, kepada masyarakat Anda sendiri!!!"
Pesan ini kini menjadi sorotan luas, menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak buta dan tidak lupa. Mereka menunggu bukti nyata, bukan sekadar kata-kata manis di panggung kunjungan kerja. Janji adalah hutang, dan rakyat berhak menagihnya.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance MEDIA-DPR.COM.

Komentar

