VIRAL! Pasutri Sujud di Kantor Gubernur Sumut, Tak Mampu Tanggung Ratusan Juta Biaya Pengobatan Anak Korban Penikam.

Iklan Semua Halaman

.

VIRAL! Pasutri Sujud di Kantor Gubernur Sumut, Tak Mampu Tanggung Ratusan Juta Biaya Pengobatan Anak Korban Penikam.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 09 Juni 2026

Pasutri Sujud di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Medan, Tak Mampu Tanggung Ratusan Juta Biaya Pengobatan Anak Korban Penikam. 

 

MEDAN SUMUT | MEDIA-DPR.COM. Sebuah video baru-baru ini memperlihatkan pasangan suami istri (pasutri), menangis dan bersujud di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara Kota Medan Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Medan.menjadi perbincangan luas. 


Mereka memohon bantuan kepada Gubernur  Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., karena tidak sanggup menanggung biaya pengobatan anaknya yang menjadi korban penikaman.

 

Keluarga tersebut mengaku sudah berusaha semampunya, bahkan sampai harus menggadaikan rumah, namun biaya perawatan yang mencapai ratusan juta rupiah tetap terasa sangat berat.

 

Awalnya, anak mereka mendapatkan penanganan darurat di Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan untuk mendapatkan penanganan spesialis bedah toraks kardiovaskular. 


Namun, rumah sakit yang dipilih keluarga tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga seluruh biaya pengobatan menjadi tanggungan pribadi.

 

Merespons situasi tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit untuk meringankan beban keluarga. 


Total tagihan yang semula mencapai sekitar Rp. 147 juta berhasil dikurangi menjadi Rp. 129,574 juta. Setelah keluarga menyetor sebesar Rp. 45 juta, sisa tagihan yang harus dilunasi menjadi Rp. 84,574 juta.

 

Pihak rumah sakit juga memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga tanggal 10 Juni 2026. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), terus berupaya mencari solusi terbaik agar beban biaya pengobatan dapat dikurangi lebih lanjut.

 

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian luas, baik bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang berkompeten dan mampu membantu, agar dapat turut meringankan penderitaan keluarga tersebut. Semoga berbagai upaya yang dilakukan dapat memberikan kemudahan dan kesembuhan bagi anak mereka.(Smt)





 


close