BANDUNG, MEDIA - DPR.COM Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut susu KPBS viral di media sosial setelah terjadi pada Jumat (27/03/2026) sekitar kurang lebih pukul 08.40 WIB di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung, Tepatnya di depan Apotek Pangalengan.
Insiden ini melibatkan seorang warga yang diduga terjatuh dan terlindas kendaraan berat setelah terjadi tabrakan dengan mobil pribadi.
Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi perhatian publik karena beredar video yang memperlihatkan kondisi korban yang cukup memprihatinkan.
Aparat kepolisian dari wilayah setempat langsung turun tangan untuk melakukan penanganan dan penyelidikan. Hingga saat ini, kronologi lengkap masih terus didalami. Lalu, bagaimana sebenarnya kejadian ini bisa terjadi?
Kecelakaan Pangalengan Viral, Berawal dari Video yang Beredar
Kecelakaan Pangalengan pertama kali ramai diperbincangkan setelah video insiden tersebut beredar luas di media sosial dan aplikasi WhatsApp.
Dalam video tersebut, terlihat suasana panik warga yang berusaha memberikan pertolongan kepada korban.
Narasi yang beredar di sosial media sempat simpang siur, bahkan menyebutkan adanya korban jiwa. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Perhatian publik pun langsung tertuju pada insiden ini. Banyak warganet yang mengaku terkejut sekaligus prihatin melihat kondisi korban dalam video tersebut.
Situasi ini membuat aparat bergerak cepat untuk memberikan klarifikasi dan memastikan fakta sebenarnya di lapangan.
Kronologi Kejadian yang Mulai Terkuak
Berdasarkan informasi awal dari pihak kepolisian, Kanit Lantas Polsek Pangalengan menjelaskan kecelakaan bermula saat sebuah mobil jenis Kijang membuka pintu tanpa memperhatikan kondisi sekitar.
Di saat bersamaan, sepeda motor yang melintas tidak sempat menghindar dan menabrak pintu mobil tersebut. Benturan tersebut menyebabkan pengendara motor terjatuh ke badan jalan.
Nahas, pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah truk pengangkut susu milik koperasi melintas di lokasi kejadian.
Korban yang terjatuh kemudian terlindas, terutama pada bagian tangan, yang mengakibatkan luka serius.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian setempat. Petugas dari unit lalu lintas menyampaikan bahwa korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban sempat dibawa ke rumah sakit KPBS, kemudian dirujuk ke RS Welas Asih untuk penanganan lebih lanjut,” ujar petugas.
Kondisi korban saat dirujuk dilaporkan masih dalam keadaan hidup, meski mengalami luka serius pada bagian tangan.
Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar di media sosial.
Kondisi korban disebut cukup memprihatinkan. Luka yang dialami terutama pada bagian tangan membuat banyak warga yang menyaksikan kejadian merasa haru.
Beberapa warga bahkan terlihat ikut membantu proses evakuasi sebelum petugas medis tiba di lokasi.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Menurut informasi terbaru korban sudah sadar.
Selain itu, insiden ini juga menjadi pengingat penting tentang keselamatan berkendara, terutama terkait kewaspadaan saat membuka pintu kendaraan.
Perhatian publik pun meningkat karena kejadian ini dinilai bisa terjadi pada siapa saja.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu keterangan
resmi dari pihak berwenang.***
(Ayi Supriatna/gtr)

Komentar

