Siapa Sebenarnya Pendiri Kota Medan? Ini Fakta Sejarahnya dari Suku Karo hingga Berbagai Tokoh Pembangun!

Iklan Semua Halaman

.

Siapa Sebenarnya Pendiri Kota Medan? Ini Fakta Sejarahnya dari Suku Karo hingga Berbagai Tokoh Pembangun!

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Jumat, 06 Maret 2026



MEDAN SUMUT | MEDIA-DPR-COM. Sebagai dampak dari perdebatan yang muncul seputar sejarah daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini masyarakat mulai kembali mengkaji akar-akar sejarah Kota Medan. 


Ada klaim yang menyatakan kota ini didirikan oleh suku tertentu, namun berdasarkan sumber sejarah yang valid, pendiri Kota Medan yang tercatat adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi, yang lebih dikenal dengan sebutan "Bolang" dan berasal dari Suku Karo.

 

Menurut sumber seperti Wikipedia, buku Sejarah Sosial: Daerah Sumatra Utara Kotamadya Medan, serta catatan Riwayat Hamparan Perak, Guru Patimpus lahir sekitar tahun 1540 di Aji Jahe, Kabupaten Karo, dan wafat pada 1 Juli 1590. 


Awalnya ia memeluk kepercayaan Pemena sebelum kemudian memeluk Agama Islam melalui Datuk Kota Bangun.

 

Bersama istri yang merupakan putri pemimpin Pulau Brayan, ia membuka kawasan hutan yang terletak di antara Sungai Deli dan Sungai Babura sekitar tahun 1590. 


Kawasan tersebut kemudian berkembang menjadi Kampung Medan Putri, yang menjadi cikal bakal Kota Medan. 


Selain itu, ia juga mendirikan Kedatukan Sapuluh Dua Kuta Hamparan Perak. Tanggal 1 Juli 1590 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Medan.

 

Meskipun Guru Patimpus sebagai pendiri utama, perkembangan Medan tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak lainnya:

 

KESULTANAN DELI.

Sultan Ma'mun Al Rashid Perkasa Alam Shah yang memerintah tahun 1858-1924 menjadi sosok kunci dalam mengubah Medan dari pemukiman kecil menjadi pusat ekonomi. 


Ia bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dan perusahaan perkebunan untuk membuka lahan gambut menjadi perkebunan tembakau, karet, dan kelapa sawit. Pada tahun 1881, 


Ia, memindahkan ibu kota Kesultanan Deli dari Labuhan Deli ke Medan, menjadikan kota ini semakin berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan.

 

PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA.

 Johan van Hasselt, pejabat kolonial pertama yang bertugas di Medan, berperan dalam merencanakan tata kota Medan pada akhir abad ke-19, termasuk pembangunan jalan utama, pelabuhan, dan fasilitas umum. 


Kolonial juga mendirikan perusahaan seperti NV Deli Maatschappij yang menjadi motor penggerak ekonomi kota dan menarik tenaga kerja dari berbagai daerah Indonesia serta negara lain seperti India dan Tionghoa.

 

TOKOH MASYARAKAT ETNIS LAIN 

 Khoo Tjeng Tjoan, tokoh masyarakat Tionghoa, berperan dalam perkembangan perdagangan dan industri di Medan pada awal abad ke-20 serta terlibat dalam pembangunan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit. 


Sementara itu, tokoh masyarakat India seperti Sri Kandasamy berkontribusi dalam pembangunan tempat ibadah dan memperkuat kehidupan sosial komunitasnya, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keragaman budaya Medan.

 

 

Semoga pemahaman tentang sejarah Kota Medan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih menghargai akar budaya dan kontribusi berbagai elemen dalam membangun kota yang kita cintai.


Penulis Demak MP Panjaitan Pance Wartawan MEDIA-DPR-COM dan sumber Wikipedia, buku Sejarah Sosial: Daerah Sumatra Utara Kotamadya Medan, serta catatan Riwayat Hamparan Perak, Guru Patimpus.

close