Wisuda Universitas HKBP Nomensen: Ephorus HKBP Pesankan Lulusan Jadi Pembuka Peluang, Bukan Hanya Pencari Kerja.

Iklan Semua Halaman

.

Wisuda Universitas HKBP Nomensen: Ephorus HKBP Pesankan Lulusan Jadi Pembuka Peluang, Bukan Hanya Pencari Kerja.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 20 Juni 2026

Wisuda Universitas HKBP Nomensen: Ephorus HKBP Pesankan Lulusan Jadi Pembuka Peluang, Bukan Hanya Pencari Kerja. Sabtu (20/06/2026) Gambar: Victor Tinambunan / MEDIA-DPR.COM.

 

PEMATANGSIANTAR | MEDIA-DPR.COM. Sebanyak 207 sarjana baru resmi diwisuda dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. 


Dalam momen yang penuh sukacita ini, Ephorus HKBP Dr. Victor Tinambunan, MST., menyampaikan pesan mendalam yang tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membuka wawasan baru bagi para lulusan agar kehadiran mereka membawa kebaikan nyata di tengah masyarakat. Sumber: Naskah Bimbingan Pastoral Ephorus HKBP, Sabtu, 20 Juni 2026

 

01. Bersyukur di Balik Perjuangan dan Kasih Karunia Tuhan

Ephorus mengingatkan bahwa keberhasilan mencapai gelar sarjana bukan semata hasil usaha sendiri, melainkan buah perjuangan, doa, dukungan keluarga, dosen, sahabat, dan terutama penyertaan Tuhan.

 

Beliau menyentuh perjalanan hidup mahasiswa dengan gaya yang akrab: “Ada yang mengalami dua musim dompet, awalnya merasa cukup, akhirnya berhemat dengan menu sederhana. 


Ada malam-malam panjang, tugas yang melelahkan, dan tantangan yang menguji. Namun semuanya menjadi saksi: Tuhan setia menopang.”

 

Maka, wisuda ini bukan sekadar penerimaan gelar, melainkan kesaksian. Beliau mengajak mengamalkan Mazmur 103:2: “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”

 

02. Jadilah Pembuka Peluang, Bukan Hanya Pencari Kerja

Ini menjadi pesan paling tajam dan relevan di era sekarang. Menurut Ephorus, nilai akademik saja tidak cukup. Lulusan harus memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta kecerdasan emosional dan rohani.

 

“Gelar sarjana bukan tiket otomatis diterima kerja. Ia adalah bukti bahwa Anda telah dilatih berpikir terstruktur—modal untuk menciptakan, bukan hanya mengantre.”

 

Beliau memberi contoh nyata:

*'Lulusan Teknik yang mengolah limbah desa jadi pupuk berkualitas sekaligus membuka lapangan kerja

* Lulusan Bahasa yang berkarya sebagai penerjemah atau pembuat konten edukasi mandiri

 

Intinya: “Gelar adalah alat, tetapi kreativitaslah yang menentukan manfaatnya. Jadilah orang yang memenuhi kebutuhan, bukan memuaskan kerakusan.”

 

03. Hadirkan Kesejukan di Dunia Nyata dan Dunia Maya

Mengingat Indonesia sebagai salah satu negara pengguna media sosial terbesar di dunia, Ephorus mengingatkan tanggung jawab baru:

 “Jangan mudah terpancing provokasi. Jika gampang tersulut, hati-hati jangan masih ada ‘naluri keikanan’ dalam diri kita. Manusia diciptakan bermartabat jauh lebih tinggi.”

 

Beliau berharap kehadiran para sarjana baru, baik bertemu langsung maupun berinteraksi secara daring, menjadi seperti mata air yang menyejukkan, membawa damai, dan menginspirasi orang lain untuk hidup dalam pengharapan.

 

Dengan bertambahnya 207 sarjana baru ini, diharapkan bukan hanya jumlah gelar yang bertambah, tetapi kebaikan, gagasan segar, dan solusi nyata semakin melimpah bagi kemajuan daerah dan bangsa.(Red).


 


 

 

close